Monday, October 5, 2015

MEMBUDIDAYAKAN BAWANG MERAH

PROSPEK AGRIBISNIS BAWANG MERAH

PENDAHULUAN

Prospek agribisnis bawang merah cukup cerah. Penggunaan bawang merah oleh masyarakat cenderung, baik karena pertambahan penduduk maupun penggunaan perkapita. Dewasa ini makin banyak konsumsi makanan siap saji di tengah masyarakat (nasi goreng, sate, tongseng dan lain-lain) yang memerlukan bawang merah. Disamping produk makanan awetan yang juga menggunakan bawang merah goreng.
Berdasarkan sutuasi distribusi bawang merah nampak pula agribisnis bawang merah masih memiliki ruang gerak yang lebar. Bawang merah produksi saat ini belum mencukupi untuk kebutuhan domestic/dalam negeri.
Dapat disaksikan di kota Brebes, daerah yang menghasilkan 30 % dari total produksi nasional (dengan areal panen 18.000 ha/th) ternyata di kota tersebut terdapat importir bawang merah. Menurut pengakuan importir tersebut bawang merah yang diimpor dari ( Philipina, Thailand, dan lain-lain) ternyata dipasaran Brebes baik untuk benih maupun konsumsi.
Di Kabupaten Bantul, sentral produksi bawang merah terdapat di Kecamatan Kretek, Sanden, Srandakan. Dan sekarang berkembang di Kecamatan Pandak, Pundong, Imogiri dan Bantul.
Salah satu jenis/varietas yang ditanam di Daerah Istimewa Yogyakarta khususnya Bantul adalah varietas local tiron. Jenis bawang merah yang berasal kabupaten Bantul ini ditemukan oleh petani yang bernama Pawiro Tiron, oleh karena itu diberi nama Bawang Merah Tiron.
Bawang merah tiron memiliki beberapa keunggulan antara lain :
-
Mampu membentuk anakan yang cukup banyak
-
Berumur genjah
-
Potensi hasil cukup tinggi
-
Dapat dikembangkan pada lahan berpasir dan lahan sawah berpengairan
-
Cocok ditanam pada ketinggian 0 -100 dpl
-
Tahan ditanam pada musim penghujan
-
Tahan terhadap penyakit busuk umbi
Bawang merah tiron ini merupakan varietan bawang merah local DIY yang sudah dirilis oleh Menteri Pertanian sebagai varietas unggul kawasan Bantul Selatan, karena memberikan pendapatan yang tinggi pada petani.
Prospek bawang merah tiron ini cukup baik, karena produksi per hektar per tahun cukup tinggi ± 13 ton/Ha/Tahun, dan tahan terhadap hujan, karena bisa ditanam di luar musim (off season), sehingga bawang merah tiron ini bisa sepanjang musim Disamping itu pasar juga bisa menerima dengan harga yang baik.
Komoditas bawang merah Tiron Bantul merupakan unggulan bawang merah yang mampu dan dapat dikembangakan pada lahan pasir dan lahan sawah berpengairan, oleh karena itu potensi ini dapat dikelola seoptimal mungkin sehingga berdaya guna bagi peningkatan kesejahteraan petani Pada umumnya usaha tani masih beragam dan diperlukan intruduksi teknologi varietas maupun teknologi budidaya.
Hasil kajian menunjukkan bahwa bawang merah Tiron Bantul menunjukkan beberapa teknologi budidaya yang sesuai dengan lahan pasir cukup baik memberikan hasil Bawang merah Tiron Bantul dapat dikembangkan pada daerah-daerah type iklim D menurut Smidt 7 Ferguson (Sumber data, stasiun pengamatan BPP Sanden, Bantul)
CARA BUDIDAYA

Secara umum teknis budidaya bawang merah di lahan pasir tidak jauh berbeda dengan budidaya di lahan sawah, hanya beberapa komponen teknologi yang disesuaikan, antara lain pemakaian mulsa, jarak tanam, dosis pupuk, frekuensi penyiraman.
Tahapan kegiatan dalam budidaya adalah persiapan lahan, penanaman, pemupukan, penyiraman, pemeliharaan.
  1. Persiapan Lahan
-
Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 80-100 Cm, dengan cara menggali lahan sedalam 15 Cm, bedengan menyesuaikanttergantung luas lahan
-
Jarak antar bedengan 45 cm (sebagai jalan)
-
Taburkan secara meratan pupuk organic 10 ton/ha (fine compos) dan 40 ton/ha ( pupuk kandang), tambahkan pupuk SP-36 sebanyak 100 Kg/ha sebagai pupuk dasar
  1. Penanaman
-
Siram bedengan dengan air yang bersih sebelum penanaman dimulai
-
Buatlah lubang tanam tjarak tanam 20 X 18 Cm sedalam umbi
-
Benamkan umbi bawang dalam lubang tanam dengan posisi tegak dan agak ditekan sedikit kebawah hingga ujung umbi rata dengan permukaan tanah
-
Tutup bedengan yang telah ditanami dengan mulsa jerami untuk menjaga kelembaban pada siang hari
-
Penanaman bawang merah di lahan pasir sebaiknya dilakukan pad a musim penghujan.
  1. Pemupukan
    Selain pupuk dasar perlu dilakukam pemupuk susulan
-
Pupuk ZA diberikan 3 kali masing-masing pad a umur 12 hari, 23 hari dan 35 hari setelah tanam dengan dosis 300 Kg/ha.
-
Pupuk KCL deberikan 1 kali pada umur 12 hari setelah tanam dengan dosis 100 Kg/ha
  1. Penyiraman
    Usahakan agar tanah tetap lembab sampai umur 50 hari dengan melakukan penyiraman pagi dan sore secara rutin, air yang dipergunakan untuk penyiraman dengan memperhatikan :
-
Air tidak mengandung racun yang membahayakan pertumbuhan tanaman & tanah.
-
Sumber air tidah berasal dari saluran pembuangan limbah industri yang dapat membahayakan tanaman dan tanah
  1. Pemeliharaan
    Pemeliharaan meliputi : Penyiangan dan pencabutan gulma, pengendalian hama penyakit dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan.
  2. Panen
    Bawang merah dapat dipanen pada umur 60-70 hari. Ciri-ciri bawang merah yang siap dipanen yaitu pangkal daun mengempis,daun tampak menguning, daun rebah 75 % dan buah mengambang warna merah dan keras. Cara memanen bawang merah dicabut dijajar berbaris selebar bedengan dengan umbi bawang merah ditutup 1/3 dari daun cabutan berikutnya dan dikeringkan 4-6 hari.
  3. Penyimpanan
    Cara penyimpanan bawang merah pada rak-rakan bamboo. Rak-rakan dibuat 4-5 tingkat dengan selang 40 Cm ke atas dan jarak antar rak 70 Cm. Setiap minggu sekali dilakukan pengontrolan dan pengasapan. Gudang mempunyai ventilasi cukup, lantai sebaiknya semen agar kedap air, atap gudang kena sinar matahari langsung.


PERBENIHAN BAWANG MERAH
( Allium ascalonicum )
Varietas TIRON BANTUL


KEGIATAN PENDAMPINGAN DAFEP
TAHUN ANGGARAN 2003
1.
PENDAHULUAN

Bawang merah (Allium ascalonicum), termasuk dalam famili Amaryllidaceae, genus Allium merupakan komoditas hortikultura yang banyak manfaat dan bernilai ekonomi tinggi.
Bawang merah varietas Tiron telah banyak dikembangkan di wilayah Kabupaten Bantul.
"Tiron" diambil dari nama seorang petani yang menemukan umbi bibit bawang di pesisir wilayah Kretek Bantul, dan menanam beberapa siung di kaleng bekas, kemudian ditanam di lahan swah dan terus berkembang sampai saat ini.
Bawang Merah Tiron Kabupaten Bantul telah dilepas sebagai varietas unggul dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 498/kpts/TP.240/8/2002 tanggal 21 Agustus 2003.
Besarnya respon petani dalam menanam Bawang Merah Tiron dikarenakan varietas ini memiliki keunggulan :
a.
Produksi cukup tinggi
b.
Umur pendek/genjah (55 hari)
c.
Cukup tahan terhadap:
-
Penyakit busuk ujung daun (Phytophthora porii)
-
Penyakit busuk umbi (Botrytis allii)
d.
Cukup tahan di musim penghujan
e.
Berkembang baik pada ketinggian 0-100m dari permukaan laut. Di musim kemarau maupun musim penghujan produksi Bawang Merah Tiron Bantul tetang tinggi
f.
Ukuran umbi relatif lebih kecil dibanding jenis lainnya sehingga menghemat penggunaan banih per satuan laus
g.
Harga jual Bawang Merah Tiron relatif stabil baik untuk konsumsi maupun benih
h.
Ketahanan benih untuk musim penghujan cukup tinggi dan dapat dipenuhi dengan varietas Tiron Bantul karena ketahanan terhadap busuk umbi
2.
PERBANYAKAN BENIH BAWANG MERAH TIRON

2.1.
Pemilihan Lokasi
Lokasi memnuhi syarat untuk budidaya bawang merah untuk benih yaitu :
-
Lahan harus cocok untuk bertanam bawang merah
-
Lahan bebas dari nematode dan penyakit busuk umbi
-
Terisolasi dari tanaman bawang lain, minimal 500m, bila untuk menghasilkan benih berupa biji
-
Melakukan seleksi terhadap pertanaman dengan membuang tanaman yang menyimpang dari bentuk normal, serta membuang tanaman yang terserang hama-hama penyakit
-
Melakukan pemeliharaan yang lebih intensif
2.2.
Benih
Kebutuhan benih tiap hektarnya ditentukan oleh jarak tanam dan ukuran benih yang digunakan. Jarak tanam untuk keperluan benih dan populasi tanaman dalam satu area pertanaman dapat dilihat pada tabel berikut :
Jarak Tanam
Kebutuhan benih/ha (ton)
Populasi tanaman
Ukuran Umbi 5 gr
Ukuran Umbi 2,5 gr
(20 x 20) cm
(20 x 15) cm
(15 x 15) cm
(15 x 10) cm
1,4
1,8
2,4
3,6
0,7
0,9
1,2
1,8
250.000
333.000
644.000
666.000

Syarat-syarat benih :
-
Penggunaan benih bermutu merupakan syarat meutlak dalam bdudidaya bawnag merah
-
Tanaman yang digunakan untuk benih hendaknya dipanen cukup tua, umur antara 60-80 hari (dataran rendah), 80-100 haru (datran tinggi)
-
Telah diseleksi di lapangan
-
Umbi untuk benih adalah berukuran sedang, berdiameter 1,5-2 cm, bentuk simetris
-
Sudah disimpan 2-4 bualan
-
Warna umbi untuk benih mengkilap
-
Bebas organisme penggangu, sehat, tidak cacat, serta tidak mengandung hama dan penyakit
3.
PERSIAPAN LAHAN

-
Bedengan dibuat dengan ukuran lebar 80-100 cm, dengan cara menggali lahan sedalam 15 cm, panjang bedengan menyesuaikan/tergantung luas lahan
-
Jarak antara bedengan 45 cm (sebagai jalan)
-
Taburkan secara merata pupuk organik 10 ton/ha (fine compos) dan 40 ton/ha (pupuk kandang), tambahkan pupuk SP-36 sebanak 100 kg/ha sebagai pupuk dasar
4.
PENANAMAN

-
Siram bedengan dengan air yang bersih sebelum penanaman dimulai
-
Buatlah lubang tanam/jarak tanam (20x15) cm sedalam umbi bawang
-
Benamkan umbi bawang dalam lubang tanam dengan posisi tegak dan agak ditekan sedikit ke bawah hingga ujung umbi rata dengan permukaan tanah
-
Tutup bedengan yang telah ditanami dengan mulsa jerami untuk menjaga kelembaban pada siang hari
-
Pananaman bawang merah di lahan pasir sebaiknya dilakukan pada musim
Hujan

5.
PEMUPUKAN

Selain pupuk dasar perlu dilakukan pemupukan susulan :
-
Pupuk ZA diberikan 3 kali masing-masing pada umur 12 hari, 23 hari dan 35 hari setelah tanam dengan dosis 300 kg/ha
-
Pupuk KCl diberikan 1 kali pada umur 12 hari setelah tanam dengan dosis 100 kg/ha
6.
PENYIRAMAN

Usahakan agar tanah tetap lembab sampai umur tanaman 50 hari dengan melakukan penyiraman pagi dan sore secara rutin, air yang digunakan untuk penyiraman dengan memperhatikan :
-
Air tidak mengandung racun yang membahayak pertumbuhan tanaman dan tanah
-
Sumber air tidak berasal dari saluran pembuangan limbah industri yang dapat membahayakan tanah dan tanaman
7.
PEMELIHARAAN

Pemeliharaan meliputi : penyiangan dan pencabutan gulma, pengendalian hama penyakit dan dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan
8.
SELEKSI

Seleksi dilakukan pada usia tanaman 15 hari. Tindakan ini dilakukan untuk menghilangkan varietas lain dengan cara dicabut.
9.
P A N E N

Bawang merah dapat dipanen pada umur 55 hari untuk bawang merah konsumsi dan umur 60-80 hari untuk dijadikan benih. Ciri-ciri bawang merah yang siap dipanen yaitu pangkal daun menipis, daun tampak menguning, daun rebah >60% dan buah mengambang warna merah dan keras. Cara memanen, bawang merah dicabut seluruh tanaman secara hati-hati agar tidak ada umbi yang tertinggal.
10.
PROSESING BENIH
-
Pengeringan umbi dilakukan dengan dijajar berbaris selebar bedegan dengan umbi bawang       ditutup 1/3 dari daun cabutan berikutnya dan dikeringkan selama 4-6 hari
-
Proses pengeringan dihentikan aabila umbi sudah terlihat megkilap, lebih merah, leher umbi tampak keras dan bila terkena sentuhan terdengar gemersik
-
Sortasi dilakukan setelah proses pengeringan
-
Ikatan bawang merah dapat disimpan dalam rak penyimpanan atau digantung dengan akdar air 80-85%
-
Ruang penyimpanan harus bersih, cukup ventilasi dan tidak dicampur dengan komoditas lain, dengan suhu 30-33°C dan kelembaban 55-75%
-
Setelah 1-1,5 bulan penyimpanan, dilakukan sortasi terhadap umbi bawang merah yang keropos/busuk
-
Diberi fungisida/insektisida, ditaburkan dibagian antara umbi dan ikatan dalam
-
Benih bawang merah jika disimpan dengan baik, dapat bertahan hingga 2-4 bulan dalam penyimpanan

11.
PROSES SERTIFIKASI
-
Mengajukan permohonan sertifikat ke UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Dinas Pertanian Pro. D.I. Yogyakarta
-
Pemerikasaan pendahuluan
-
Pemeriksaan tanaman di lapangan
-
Pengambilan contoh benih
-
Pemasangan label


DISKRIPSI BAWANGMERAH
VARIETAS TIRON
Asal tanaman
:
Kabupaten BAntul
Umur tanaman
:
mulai berbunga 45 hari panen 55 hari (daun melemas >60%)
Tinggi tanaman
:
37-44 cm
Jumlah anakan
:
9-21 umbi
Jumlah daun per umbi
:
3-5 helai
Jumlah daun per rumpun
:
34-57 helai
Bentuk daum
:
pipa dengan ujung runcing
Warna daun
:
hijau keputihan
Panjang daun
:
24-42 cm
Diameter daun
:
33-35 mm
Bentuk bunga
:
seperti payung
Warna bunga
:
putih
Bentuk biji
:
bulat
Warna biji
:
abu-abu
Berat umbi basah (penen)
:
44-149 gram per rumpun
Potensi hasil
:
9-13 tom umbi basah per hektar
Susut bobot umbi
:
30%
Ketahanan terhadap OPT
:
tahan terhadap busuk ujung daun (Phytophyhora porii) agak tahan terhadap busuk umbi (Botrytis allii)
Keterangan
:
cocok untuk ditanam pada ketinggian 0-100 meter diatas permukaan laut dan lahan berpasir serta dapat dikembangkan pada musim hujan